Bentuk, Makna, dan Fungsi Konten Vandalisme Verbal Siswa SMPN 2 Kadudampit

Tri Amanat(1*), Dendy Sugono(2), Masrin Masrin(3)

(1) 
(2) Universitas Indraprasta PGRI
(3) Universitas Indraprasta PGRI
(*) Corresponding Author

Abstract


Tujuan kajian ini untuk memahami secara mendalam bentuk, makna, dan fungsi konten vandalisme verbal di lingkungan sekolah yang diproduksi oleh para siswa SMPN 2 Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis konten (isi). Setiap konten didokumentasikan kemudian diparafrasakan dan selanjutnya dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk konten vandalisme verbal yang ditemukan meliputi kata, frasa, klausa, dan kalimat. Makna yang terkandung meliputi makna emotif, konotatif, denotatif, dan referensial. Fungsi bahasa yang ditemukan terdiri atas fungsi konatif, fungsi fatis, fungsi emotif, fungsi referensial, dan fungsi puitis.

Kata Kunci: vandalisme verbal, bentuk bahasa, makna bahasa, fungsi bahasa, corat-coret.


Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Alamanda, Z. (2010). Graffiti berbahasa Minangkabau pada angkutan kota di kota Padang. Jurnal Elektronik WACANA ETNIK, 129.

Allen, V. L., & Greenberger, D. B. (1978). An aesthetic theory of vandalism. Crime & Delinquency, 309-321.

Alwasilah, C. (1989). Sosiologi bahasa. Bandung: Angkasa.

Aminuddin. (1998). Semantik. Bandung: Sinar Baru.

Anwar, M. (2010). Kajian bahasa pespektif filsafat. Arkhais, 54-67.

Az-Za’Balawi, S. M. (2007). Pendidikan remaja antara islam dan ilmu. Jakarta: Gema Insani.

Beaty, J. J. (2013). Observasi anak usia dini. Jakarta: Kencana Prenadamedia.

Bell, R. T. (1976). Sociolinguistics: Goals, approaches and problems. London: Batsford.

Black, S. (2002). The roots of vandalism. American School Board Journal, 2.

Bloemhof, H. J. (1990). Skoolvandalisme, skoolhoofde en die aanwending van skoolfasiliteite vir gemeenskapsrekreasie. Tydskrif vir Navorsing in Sport, Liggaamlike Opvoeding en Ontspanning, 1-9.

Bloom, L. L. (1978). Language development and language disorder. New York: Wiley.

Bloomfield, L. (1984). Language. Chicago: University of Chicago Press.

Catalano, L. R., & McKinney, K. C. (1999). School and community interventions to prevent serious and violent offending. Washington, DC: U.S Department of Justice.

Chaer, A. (1994). Linguistik umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Chomsky, N. (1963). “Perception and language.” In Boston studies in the philosophy of science. Boston: Reidel.

Collin, P. (1980). De jager-haum active english dictionary. London: Great Britian.

Cummins, C. (2003, Januari 12). School vandalism not new, just more expensive. Diambil kembali dari Report Card on Education: http://www.educationreportcard.com./columns/2003-01-12.html.

Djajasudarma, T. F. (2009). Semantik 1. Bandung: PT. Refika Aditama.

Douglas, D., & McCart, S. (1999, April 14). Vandalism everybody’s crime. Diambil kembali dari http://collections.ic.gc.ca/generations/: http://collections.ic.gc.ca/generations/80sitex/80si4.html.

El Hajar, M., & Arief, Z. A. (2018). Hubungan kesadaran beragama dengan vandalisme di kalangan pelajar. SNTP, (hal. 1).

Esau, V. G. (2007). The Influence of vandalism in schools on learner's academic performance. Port Elizabeth: Nelson Mandela Metropolitan University.

Fagen, J., & Wilkinson, D. L. (1998). Social contexts and functions of adolescent violence. Dalam H. B. Elliot D.S., Violence in American schools (hal. 74). Cambridge: Cambridge University Press.

Finn, K., & Frone, M. R. (2003). Predictors of aggression at school: The effects of school-related alcohol use. NASSSP Bulletin, 38-54.

Fishman, J. A. (1971). Advances in the sociology of language. Mouton: The Hague.

Fishman, J. A. (1972). The sociology of language. Cambridge: Newbury.

Fuadhy, N. (2019). Penegakan hukum pidana terhadap pelaku vandalisme: Studi kasus di kota Magelang. Magelang: Universitas Muhammadiyah Magelang.

Goldstein, A. P. (1996). Psychology of vandalism. New York: Plenum Press.

Griffith, R., & Shapland, J. M. (1979). The Vandal’s Perspective: Meanings and motives, designing against vandalism edited by Jane Sykes. London: The Design Council.

Halliday, J. J. (1970). Language structure and language function. Dalam J. Lyons, New Horizons in Linguistics. Harmondsworth: Penguin.

Halliday, J. J. (1978). Language as social semiotic. London: Edward Arnold.

Halliday, M. A. (1978)). Language as social semiotic: The Social Interpretation of Language and Meaning. London: Edward Arnold.

Herlambang, D., & Malagano, T. (2021). Aspek hukum vandalisme terhadap kelompok pelajar di provinsi Lampung. ANDASIH Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 38-41.

Holmes, J. (2001). An introduction to sociolinguistics. England: Pearson Education.

Hudson, R. A. (1980). Sociolinguistics. Cambridge: Cambridge University Press.

Hymes, D. (1974). Foundation n sociolinguistics: An Ethnographic Approach. Philadelphia: University of Pennsylvania Press.

Indonesia, P. R. (2019). Kitab Undang-undang Hukum Pidana) - Buku Ketiga - Bab I Tentang pelanggaran keamanan umum bagi orang atau barang dan kesehatan. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.

Kemendikbud. (2020, Desember 2). ditpsd. kemdikbud. Diambil kembali dari ditpsd.kemdikbud: https://ditpsd.kemdikbud.go.id/hal/profil-pelajar-pancasila

Kemendikbud. (2023, Desember 26). KBBI Daring VI. Retrieved from https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/Vandalisme: https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/Vandalisme

Keraf, G. (2004). Tata Bahasa Rujukan Bahasa Indonesia untuk Tingkat Pendidikan Menengah. Jakarta: Grasindo.

Kurniasari, T. (2013). Eksistensi graffiti sebagai media ekspresi subkultur anak muda. Semarang: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.

La Grange, T. C. (1999). The impact of neighbourhoods, schools and malls on the spatial distributions of property damage. Journal of Research in Crime and Delinquency, 393-400.

Lase, J. (2003). Depresiative and deviant behavior.

Lincoln, S. Y., & Guba, E. G. (1986). Naturalistic inquiry. Thousand Oaks, CA: Sage.

Mahsun. (2006). Metode penelitian bahasa; Tahapan, strategi, metode, dan tekniknya. Depok: Rajawali Pers.

Ma'rifah, S. (2021). Tindakan Vandalisme di Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan: Universitas Sumatra Utara.

Masdani, J. (2022). Perkembangan Anak. Majalah Psikologi Populer Anda.

Masqood, R. W. (1998). Mengantar remaja ke syurga. Bandung: Mizan.

Matavire, M. (2001, Mei 21). Vandalized school wants help. Eastern Province: Eastern Province Herald. Diambil kembali dari Eastern Province Herald: Matavire, M. 2001. Vandilzed school wants help. Eastern Province Herald, 21 May :8.

Mayer, G. (1999). Changing contextual factors within the school to prevent antisocial behavior. Diambil kembali dari http://www.calstela.edu/academic/acmin-coun/does/501/change.html

Mc Devitt, T. M., & Omrod, J. E. (2002). Child development and education. Colombos Ohio: Merril Prentice Hall.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2009). Research design pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed methode. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Nababan, P. W. (1991). Sosiolinguistik: Suatu Pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka.

Nasution, S. (2006). Metode penelitian naturalistik kualitatif. Bandung: Tarsito.

Paizaluddin, E., & Ermalinda. (2016). Penelitian tindakan kelas(classroom action research) panduan teoritis dan praktis. Bandung: Alfabeta.

Pateda, M. (2001). Semantik leksikal. Jakarta: Rineka Cipta.

Perry, J. L. (2001, Agustus 7). School vandalism beyond belief. Diambil kembali dari NewsMax.com: wysigwyg://113/http://www.newsmax.com/archives/articles/2001/8/7190918.sht.h tml.

Prastya, T. (2014). Analisis bahasa graffiti tembok di kota Surakarta : . Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Pride, J., & Holmes, J. (1972). sociolinguistics. England: Penguin Books.

Raymonda, A. (2008). The sociolinguistic study of graffiti arts used in Surakarta. Surakarta: Muhammadiyah University of Surakarta.

Romadhony, M. T., & Naqiyah, N. (2017). Studi tentang perilaku vandalisme serta penanganannya pada siswa di SMP Negeri Se-kecamatan Sampang. Jurnal Mahasiswa Bimbingan Konseling UNESA.

Sanders, W. B. (1981). Juvenile delinquency: Causes, patterns and reactions. NewYork: Holt, Rinehart & Winston.

Sanders, W. B. (1981). Juvenile delinquency: Causes, patterns and reactions. NewYork: Holt, Rinehart & Winston.

Santosa, R. (2010). Logika wacana ; Analisis hubungan konjungtif dengan pendekatan linguistik semantik fungsional. Surakarta: UNS Press.

Santrock, J. W. (2002). Perkembangan masa hidup. Jakarta: Erlangga.

Sarwono. (2011). Psikologi remaja. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

Saussure, F. d. (1988). Pengantar Linguistik umum (Terjemahan dari cours de linguistique generale tahun 1973). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Saussure, F. D. (1993). Pengantar Linguistik Umum. Terjemahan. Yogyakarta: UGM Press.

Sobur, A. (2003). Psikologi umum dalam lintasan sejarah. Bandung: Penerbit Pustaka Setia.

Sobur, A. (2013). Semiotika komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Spradley, J. P. (1980). Participant observation. New York: Holt, Rinehart and Winston.

Stahl, A. L. (2000). Juvenile vandalism. OJJDP fact sheet. Washington DC: U.S. Department of Justice.

Stout, B. (2002, Februari 2). Discouraging vandalism in your school habitat. Diambil kembali dari 4-H Wildlife Stewards: wysiwyg://141:http://wildlifestewards…edu/project%20management/vandalism.ht ml.

Sudaryanto. (2015). Metode dan aneka teknik analisis bahasa (Pengantar penelitian wahana kebudayaan secara linguistik). Yogyakarta: Sanata Darma University Press.

Sudaryat, Y. (2006). Makna dalam wacana: Prinsip-prinsip Semantik dan Pragmatik. Bandung: UPI.

Sudijono, A. (2015). Pengantar statistik pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Sugianyanti. (2019). Budaya konvoi dan corat-coret seragam terhadap nilai agama dan moral (Studi kasus di sma Negeri 1 Komodo Labuan Bajo Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat. Makasar: Universitas Muhammadiyah Makasar.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Sugono, D. (2019). Sintaksis bahasa Indonesia: Analisis fungsi sintaktik, menuju kalimat efektif. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Sugono, D. (2023). Peran dan kekuatan Bahasa Indonesia dalam industri kreatif kebahasaan. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sumadyo, B., Susanti, D. I., & Prameswari, &. J. (2023). Fenomena corat-coret kelulusan siswa; Membentuk Karakter Siswa Melalui Keterampilan Menulis. WACANA: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran, 32-40.

Sumarlam. (2009). Teori dan praktik analisis wacana. surakarta: Pustaka Cakra.

Teevan, J., & Dryburgh, H. B. (2000). First person accounts and Sociological explanations of delinquency. The Canadian Review of Sociology and Anthropology, 78-93.

Theron, A. (1991). Vandalisme in kriminologiese perspektief. Acta Criminologica, 47-54.

Trevas, D., & Deeley, H. (1999, Oktober 11). Reasons for vandalism varied, complex. Dix Newspapers. Diambil kembali dari www.the-daily -record.com: http://www.the-daily -record.com/past-issues/10-oct/991011dr2.html.

Trudgill, P. (1974). Sociolinguistics: an Introduction. Harmondsworth: Penguin.




DOI: http://dx.doi.org/10.30998/diskursus.v8i1.25436

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Googlre ScholarDimensionsGaruda IndeksONESEARCHBASE

  Pascasarjana
Universitas Indraprasta PGRI

Address: Kampus A Building 2, 3rd Floor | Jl. Nangka No. 58 C (TB. Simatupang), Kel. Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530, Jakarta, Indonesia.
Phone: +62 (021) 7818718 – 78835283 | Close in sunday and public holidays in Indonesia
Work Hours: 09.00 AM – 08.00 PM
Best hours to visit: From 9 am to 11 am or after 3 pm. The busiest times are between 11 am and 3 pm.

 

Creative Commons License
Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Flag Counter

Web Analytics Made Easy - Statcounter View My Stats